Breaking News
light_mode
Beranda » 21 News » HARI PAHLAWAN (JASMERAH)

HARI PAHLAWAN (JASMERAH)

  • account_circle Eni Samayati
  • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
  • visibility 658
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – DuaSatuNews.com | Setiap 10 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan sebagai momentum refleksi nasional. Peringatan ini tidak hanya mengenang para pahlawan yang gugur, tetapi juga mengingatkan seluruh rakyat agar terus menjaga nilai pengorbanan, keberanian, dan cita-cita luhur para pendiri bangsa. Dengan demikian, Hari Pahlawan berfungsi sebagai alarm sejarah agar bangsa ini tidak kehilangan jati dirinya.

Makna Hari Pahlawan bagi Bangsa Indonesia

Hari Pahlawan menegaskan bahwa kemerdekaan tidak lahir secara instan. Sebaliknya, kemerdekaan tumbuh dari perjuangan panjang yang menuntut pengorbanan jiwa dan raga. Oleh karena itu, bangsa yang besar selalu menghargai sejarah dan menjadikannya pijakan untuk melangkah ke masa depan.

Pengibaran Merah Putih Pasca Proklamasi

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, pemerintah Republik Indonesia menetapkan kebijakan nasional untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih di seluruh wilayah Indonesia mulai 1 September 1945. Kebijakan ini kemudian membangkitkan semangat rakyat di berbagai daerah, termasuk Surabaya, untuk mempertahankan kemerdekaan yang baru saja diraih.

Kedatangan Sekutu dan Meningkatnya Ketegangan

Namun demikian, situasi nasional segera memanas ketika tentara Inggris yang tergabung dalam AFNEI mendarat di Jakarta pada pertengahan September 1945 dan tiba di Surabaya pada 25 September 1945. Pasukan tersebut datang bersama NICA, yang secara politis berupaya mengembalikan kekuasaan kolonial Belanda di Indonesia. Kondisi ini memicu kecurigaan dan perlawanan rakyat.

Insiden Hotel Yamato: Simbol Perlawanan Rakyat

Ketegangan memuncak pada 19 September 1945 ketika kelompok Belanda mengibarkan bendera Belanda di Hotel Yamato, Jalan Tunjungan, Surabaya, tanpa izin pemerintah Republik Indonesia setempat. Tindakan itu menyulut kemarahan rakyat Surabaya karena mereka menilai pengibaran tersebut sebagai penghinaan terhadap kedaulatan Indonesia.

Akibatnya, massa berkumpul dan menuntut penurunan bendera Belanda. Dalam situasi genting tersebut, pemuda-pemuda Surabaya bertindak cepat dengan merobek bagian biru bendera Belanda hingga menyisakan warna merah dan putih. Peristiwa ini kemudian menjadi simbol perlawanan rakyat terhadap upaya penjajahan kembali.

Gencatan Senjata yang Gagal

Selanjutnya, pada 29 Oktober 1945, pihak Indonesia dan Inggris sempat menyepakati gencatan senjata. Akan tetapi, kesepakatan ini tidak bertahan lama. Sehari kemudian, bentrokan kembali terjadi dan menewaskan Brigadir Jenderal Mallaby, pimpinan tentara Inggris di Surabaya. Peristiwa tersebut memperkeruh suasana dan mendorong Inggris mengambil langkah militer yang lebih keras.

Ultimatum Inggris dan Meletusnya Pertempuran

Sebagai respons atas insiden tersebut, Inggris mengeluarkan ultimatum yang mewajibkan rakyat Indonesia di Surabaya menyerahkan senjata paling lambat 10 November 1945 pukul 06.00 WIB. Alih-alih memadamkan perlawanan, ultimatum ini justru membangkitkan kemarahan dan semangat juang rakyat Surabaya.

Akibatnya, pada pagi hari 10 November 1945, pertempuran besar pun meletus. Rakyat Surabaya, bersama para pejuang dan ulama, bangkit melawan pasukan Inggris demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Tokoh Perjuangan dan Korban Pertempuran

Sejumlah tokoh memainkan peran penting dalam menggerakkan perlawanan rakyat Surabaya, di antaranya Sutomo, K.H. Hasyim Asy’ari, dan Wahab Hasbullah. Berkat semangat juang yang tinggi, rakyat Surabaya mampu bertahan selama sekitar tiga minggu meski menghadapi kekuatan militer yang jauh lebih besar.

Pertempuran ini menelan korban jiwa yang sangat besar. Sekitar 16.000 pejuang Indonesia gugur, sementara korban dari pihak Inggris diperkirakan mencapai 2.000 orang.

Warisan Sejarah yang Harus Dijaga

Pada akhirnya, sejarah Pertempuran 10 November mengajarkan bahwa kemerdekaan memiliki harga yang sangat mahal. Nama jalan, monumen, dan foto-foto perjuangan yang kini kita lihat bukan sekadar simbol, melainkan saksi bisu pengorbanan para pahlawan.

Oleh sebab itu, Hari Pahlawan harus menjadi momentum bagi generasi penerus untuk mengisi kemerdekaan dengan karya nyata, persatuan, dan komitmen menjaga keutuhan bangsa.

HARI PAHLAWAN (JASMERAH)

Rekomendasi Untuk Anda

  • IUP dan Perusakan Hutan di Tengah Pembangunan Nasional

    IUP dan Perusakan Hutan di Tengah Pembangunan Nasional

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 513
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — IUP dan perusakan hutan menjadi persoalan serius di tengah gencarnya narasi pembangunan dan investasi di Indonesia. Saat ini, aktivitas pertambangan terus menggerus hutan yang menopang kehidupan sekaligus menjadi ruang hidup masyarakat. Ironisnya, banyak perusahaan tetap menjalankan aktivitas tersebut dengan dalih Izin Usaha Pertambangan (IUP). Sebagai mahasiswa, saya memandang persoalan ini bukan sekadar […]

  • Pertumbuhan Properti 2026 Dorong Green Building

    Pertumbuhan Properti 2026 Dorong Green Building

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 309
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com —Knight Frank Indonesia melihat sektor properti Indonesia memasuki 2026 dengan optimisme yang lebih terukur setelah melalui dinamika pasar sepanjang 2025. Pelaku industri merespons perubahan pola kerja, konsumsi, dan mobilitas masyarakat dengan strategi yang lebih adaptif. Pertumbuhan properti 2026 menunjukkan tren positif seiring perubahan gaya hidup masyarakat urban dan meningkatnya kebutuhan ruang yang berkelanjutan. […]

  • Ketua Satgas MBG Lampung Saipul saat diwawancarai wartawan terkait program MBG di Bandarlampung

    Satgas: 2,7 Juta Warga Lampung Terima MBG, Infrastruktur Masih Jadi Tantangan

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 296
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lampung menjangkau jutaan warga. Namun, di balik capaian itu, masalah distribusi dan kesiapan dapur layanan masih menyisakan pekerjaan rumah. Kondisi tersebut berpengaruh langsung pada kualitas asupan gizi dan konsentrasi belajar anak-anak. Isu Krusial di Tengah Percepatan Program Nasional Pemerintah mendorong MBG sebagai program strategis nasional untuk […]

  • Hubungan Indonesia Australia dalam pertemuan Prabowo Subianto dan Anthony Albanese di Istana Merdeka

    Hubungan Indonesia Australia Menguat

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 517
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Hubungan Indonesia Australia menguat setelah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bertemu Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat. Pertemuan tersebut menegaskan komitmen kedua negara untuk memperdalam kerja sama di sektor pendidikan dan ekonomi. Berdasarkan rilis Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, pertemuan ini menjadi momentum penguatan kemitraan strategis yang saling […]

  • sidang PMH Nikita Mirzani di PN Jakarta Selatan

    Sidang PMH Nikita Mirzani Berlanjut di PN Jaksel

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 332
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — Sidang PMH Nikita Mirzani kembali bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (24/2/2026). Pada sidang kali ini, aktris Nikita Mirzani menghadiri proses persidangan melalui tim kuasa hukumnya untuk melanjutkan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) terhadap Reza Gladys. Majelis hakim membuka persidangan dengan memeriksa agenda penyerahan bukti tambahan. Selanjutnya, tim kuasa hukum penggugat menyerahkan […]

  • Banjir Jakarta Hari Ini Rendam Enam RT dan Empat Ruas Jalan

    Banjir Jakarta Hari Ini Rendam Enam RT dan Empat Ruas Jalan

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 460
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Banjir Jakarta hari ini merendam enam rukun tetangga (RT) dan empat ruas jalan di Jakarta Selatan serta Jakarta Utara. Akibatnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta mencatat curah hujan tinggi sebagai pemicu utama genangan di sejumlah wilayah ibu kota dan sekitarnya. Berdasarkan pemantauan lapangan, Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan […]

expand_less