Tambang Nikel Sultra Meningkat, Dampak Lingkungan Menguat
- account_circle adrian moita
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tangkapan layar, lahan pertambangan di sultra, ADRIAN MOITA/duasatunews.com .
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KENDARI, (duasatunews.com) – Tambang nikel Sultra terus menunjukkan peningkatan seiring tingginya permintaan komoditas mineral strategis. Seiring dengan itu, masyarakat di sekitar wilayah tambang mulai merasakan dampak nyata berupa kerusakan lingkungan dan infrastruktur, terutama pada akses jalan dan kawasan pesisir.
Provinsi Sulawesi Tenggara menjadi salah satu sentra produksi nikel nasional. Industri tambang menggerakkan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan. Namun, intensitas aktivitas pertambangan juga menekan kondisi lingkungan hidup dan fasilitas publik.
Tambang Nikel Sultra Picu Kerusakan Jalan
Kerusakan jalan menjadi dampak yang paling mudah terlihat dari aktivitas pertambangan nikel di wilayah Sulawesi Tenggara. Truk tambang bermuatan berat melintas setiap hari di ruas jalan umum yang tidak dirancang untuk beban ekstrem. Akibatnya, lapisan aspal cepat retak dan berlubang, usia pakai jalan menurun, serta risiko kecelakaan meningkat.
Tambang Nikel Sultra Tekan Lingkungan Hidup
Selain infrastruktur, kegiatan pertambangan juga menekan lingkungan hidup. Pembukaan lahan dan pengangkutan material meningkatkan erosi dan sedimentasi. Di sejumlah wilayah pesisir Sulawesi Tenggara, aliran lumpur dari kawasan tambang mempercepat pendangkalan perairan dan mengganggu ekosistem laut, yang berdampak langsung pada hasil tangkapan nelayan.
Masyarakat Hadapi Dampak Sosial Tambang
Masyarakat sekitar tambang menghadapi perubahan sosial yang cepat. Sebagian warga memperoleh pekerjaan dari sektor tambang. Namun, warga lain menyampaikan kekhawatiran terkait penurunan kualitas lingkungan, kerusakan jalan desa, serta potensi gangguan kesehatan akibat debu dan aktivitas alat berat.
Pengelolaan Tambang Nikel Sultra Perlu Diperketat
Pengamat lingkungan mendorong pengelolaan tambang nikel Sultra yang lebih berkelanjutan. Mereka meminta pengawasan ketat terhadap operasi tambang, kepatuhan terhadap dokumen lingkungan, serta penetapan jalur khusus angkutan tambang agar tidak merusak jalan umum.
Pemerintah daerah perlu memperkuat pengawasan dan memastikan perusahaan tambang menjalankan kewajiban reklamasi serta perbaikan infrastruktur terdampak. Tanpa langkah tegas, manfaat ekonomi pertambangan berisiko tidak sebanding dengan biaya lingkungan dan sosial yang harus masyarakat tanggung.
Rilis ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan keselamatan publik agar pengelolaan tambang nikel di Sulawesi Tenggara berjalan berkelanjutan.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: duasatunews.com
