Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » DPR Kawal Ketat Wacana Kenaikan Modal Minimum demi Jaga Daya Tahan Bank Daerah

DPR Kawal Ketat Wacana Kenaikan Modal Minimum demi Jaga Daya Tahan Bank Daerah

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
  • visibility 433
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANJARMASIN, Duasatunews.com — kebijakan modal minimum bank daerah menjadi perhatian serius DPR RI. Parlemen menilai kebijakan tersebut harus melindungi stabilitas perbankan tanpa menekan keuangan pemerintah daerah.

Ketua Komisi II DPR RI, M. Rifqinizamy Karsayuda, menyatakan DPR mengawal setiap pembahasan kebijakan modal minimum bank daerah secara ketat. Ia menegaskan pemerintah perlu mempertimbangkan kapasitas fiskal daerah sebagai pemegang saham bank pembangunan daerah (BPD).

Menurut Rifqinizamy, pengalaman penerapan modal inti Rp3 triliun menunjukkan banyak daerah harus menyesuaikan APBD. Penyesuaian itu berdampak pada belanja publik dan prioritas pembangunan. Karena itu, DPR meminta regulator menghindari kebijakan yang terlalu agresif.

Ia menilai kenaikan modal minimum hingga Rp. 5,6riliun berisiko menekan fiskal daerah. Risiko tersebut muncul di tengah dinamika transfer ke daerah, kebutuhan layanan dasar, serta pembangunan infrastruktur.

Direktur Utama BPD Kalsel, Fachrudin, menjelaskan kondisi permodalan banknya masih kuat. Hingga akhir 2025, BPD Kalsel mencatat rasio kecukupan modal 33,69 persen dengan modal inti Rp3,9 triliun.

Namun, Fachrudin mengakui kebijakan modal minimum bank daerah yang lebih tinggi akan menuntut tambahan penyertaan modal besar. Pemerintah daerah harus menyiapkan anggaran baru jika kebijakan itu berlaku.

Selain itu, rencana pemisahan Unit Usaha Syariah juga menambah kebutuhan modal. Setiap unit harus memenuhi ketentuan permodalan sesuai aturan regulator.

Dalam kunjungan kerja reses di Banjarmasin, Komisi II DPR RI menegaskan penguatan perbankan harus berjalan seimbang. Kebijakan harus menjaga kehati-hatian, stabilitas sistem keuangan, dan keberlanjutan peran bank daerah sebagai penggerak ekonomi regional.

DPR RI memastikan akan menyerap masukan dari pemerintah daerah, asosiasi perbankan, dan otoritas keuangan. DPR ingin memastikan kebijakan modal minimum bank daerah tidak menghambat pembangunan daerah.

Komentar (1)

  • 💰 Tether Recovery Fund 2026 Get Now ➤➤ telegra.ph/Compensations-03-29-3?hs=a99fea46b39161e113b250b3ee5fa395& 💰

    3klzc1

    11 April 2026 5:37 pm

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • tech trends wearable cerdas pemantau kesehatan

    The Best Productivity Tools for Remote Work

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle ptmbi
    • visibility 865
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – Perkembangan teknologi terus bergerak cepat. Tahun 2023 menjadi bukti nyata kreativitas dan inovasi manusia. Gadget tidak lagi sekadar alat bantu. Kini, perangkat teknologi hadir untuk memperluas kemampuan manusia dan menyederhanakan kehidupan sehari-hari. Selain itu, gadget semakin menyatu dengan rutinitas harian. Perangkat pintar membantu pekerjaan, hiburan, hingga kesehatan. Oleh karena itu, teknologi bukan […]

  • Pelatihan Vokasi Nasional 2026 di balai latihan kerja Kemnaker

    Pelatihan Vokasi Nasional 2026, Kemnaker Hapus Batas Kelulusan

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 384
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Pelatihan Vokasi Nasional 2026 yang digelar Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menghadirkan kebijakan baru dengan menghapus batas tahun kelulusan. Kebijakan ini membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk mengikuti pelatihan kerja. Direktur Jenderal Binalavotas Kemnaker, Darmawansyah, menyampaikan bahwa langkah ini bertujuan memperluas akses bagi seluruh lulusan, baik baru maupun lama. “Penghapusan batasan tahun kelulusan […]

  • makelar proyek Sultra pada proyek jalan

    FDR Geruduk Kejagung Desak Segera Periksa Pimpinan CV Berdaya Mediatama

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Arin fahrul Sanjaya
    • visibility 881
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com — Dugaan praktik tidak sehat dalam pengelolaan proyek infrastruktur kembali mencuat di Sulawesi Tenggara. Publik kini menyoroti CV Berdaya Mediatama, kontraktor yang berulang kali memenangkan tender proyek bernilai miliaran rupiah. Perhatian publik menguat setelah proyek Peningkatan Jalan Asera–Amorome Utama di Kabupaten Konawe Utara dengan anggaran Rp10,8 miliar memicu kritik. Proyek tersebut gagal memenuhi […]

  • Prabowo disambut anak Indonesia di Seoul saat kunjungan kenegaraan

    Prabowo Disambut Seoul oleh Anak Indonesia

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 411
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – Prabowo disambut Seoul oleh anak-anak Indonesia saat tiba dalam kunjungan kenegaraan ke Korea Selatan. Selain itu, momen ini menunjukkan kedekatan Presiden dengan diaspora Indonesia di luar negeri. Presiden RI, Prabowo Subianto, tiba di Seoul pada Selasa (31/3) malam. Setibanya di lokasi, anak-anak diaspora Indonesia langsung menyambutnya di lobi hotel. Mereka kemudian menunjukkan […]

  • Alasan Perry Warjiyo mundur dari jabatan Gubernur Bank Indonesia.

    Alasan Perry Warjiyo mundur dari jabatan Gubernur BI

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 200
    • 0Komentar

    JAKARTA (duasatunews.com) – Alasan Perry Warjiyo mundur dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) akhirnya terungkap. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa Perry Warjiyo mengajukan pengunduran diri kepada Presiden Prabowo Subianto karena alasan pribadi. Prasetyo mengatakan pemerintah menghormati keputusan tersebut. Menurutnya, surat yang dikirim Perry kepada Presiden hanya memuat alasan pribadi tanpa penjelasan lebih rinci. […]

  • Hak pendidikan anak miskin di NTT masih menghadapi banyak kendala

    DPR RI Soroti Lemahnya Pemenuhan Hak Pendidikan Anak Miskin

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 602
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Hak pendidikan anak miskin kembali mendapat perhatian DPR RI setelah wafatnya seorang siswa sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam konteks ini, Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief menyebut peristiwa tersebut sebagai bukti lemahnya perlindungan hak dasar anak dalam sistem pendidikan nasional. “Kasus ini menunjukkan celah besar dalam pemenuhan hak […]

expand_less