Breaking News
light_mode
Beranda » 21 News » Mahasiswa dan Rakyat Sultra: Benteng Terakhir Melawan Tambang Ilegal di Tanah Anoa

Mahasiswa dan Rakyat Sultra: Benteng Terakhir Melawan Tambang Ilegal di Tanah Anoa

  • account_circle Darman
  • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
  • visibility 701
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, duasatunews.com — Penambangan ilegal di Sulawesi Tenggara kini tidak lagi tersembunyi. Sebaliknya, aktivitas ini berlangsung terang-terangan, bahkan merobek hutan, mencemari sungai, dan menggerus ruang hidup masyarakat. Dalam konteks ini, kehadiran mahasiswa yang bersatu dengan warga bukan sekadar simbol perlawanan. Lebih jauh, mereka menjadi alarm keras atas kegagalan negara menjaga Tanah Anoa.

Tambang Ilegal Terus Beroperasi Tanpa Kendali

Pada kenyataannya, mahasiswa dan masyarakat Sultra kini berdiri di barisan yang sama. Selain itu, mereka menyuarakan keresahan yang selama ini terabaikan. Sementara itu, alat berat keluar-masuk kawasan hutan tanpa hambatan. Akibatnya, sungai berubah warna dan sawah kehilangan kesuburan. Namun demikian, para pemegang kekuasaan justru memilih diam. Dengan kata lain, tambang ilegal tumbuh subur bukan karena ketiadaan aturan, melainkan karena aparat gagal menegakkan hukum.

Lemahnya Penegakan Hukum Memperparah Kerusakan

Pada dasarnya, perlawanan mahasiswa berdiri di atas landasan konstitusional yang kuat. Sebab, konstitusi menjamin hak setiap warga atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. Sayangnya, praktik di lapangan menunjukkan ketimpangan serius. Alih-alih menindak tegas pelaku, aparat membiarkan penambang ilegal beroperasi bertahun-tahun. Di sisi lain, warga yang menyuarakan penolakan justru kerap mendapat tekanan. Akibat kondisi ini, hukum kehilangan wibawanya.

Masyarakat Menanggung Dampak Paling Berat

Lebih parah lagi, masyarakat adat, petani, dan nelayan menanggung dampak paling besar. Tidak hanya itu, mereka kehilangan akses air bersih, lahan produktif, dan rasa aman. Ironisnya, tambang ilegal tidak pernah mengembalikan keuntungan kepada rakyat. Sebaliknya, aktivitas ini meninggalkan lubang tambang, banjir lumpur, serta konflik sosial yang berkepanjangan. Pada akhirnya, kerusakan lingkungan berubah menjadi krisis sosial.

Aliansi Mahasiswa dan Rakyat sebagai Koreksi Moral

Dalam situasi tersebut, aliansi mahasiswa dan masyarakat Sultra menegaskan bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, gerakan ini menjadi koreksi moral bagi pemerintah daerah dan pusat. Lebih penting lagi, negara tidak boleh tunduk pada kepentingan segelintir orang yang meraup keuntungan dari kerusakan ekologis.

Tanah Anoa, Titipan untuk Generasi Mendatang

Pada akhirnya, Tanah Anoa bukan warisan untuk dieksploitasi sesuka hati. Sebaliknya, wilayah ini merupakan titipan bagi generasi mendatang. Ketika mahasiswa dan masyarakat harus turun ke jalan demi menghentikan tambang ilegal, maka kondisi tersebut menandakan kegagalan serius dalam tata kelola sumber daya alam. Jika negara terus membiarkan kerusakan terjadi, maka sejarah akan mencatat kehancuran Sulawesi Tenggara bukan sebagai ketidaktahuan, melainkan sebagai pembiaran yang disengaja.

“Jangan biarkan Sulawesi Tenggara rusak akibat maraknya penambangan ilegal. Aktivitas ini berpotensi besar merusak ekosistem dan mengancam kelestarian Tanah Anoa.”

Darman

Penulis

Cepat, Akurat & Terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • aksi GMII desak KPK usut dugaan korupsi Kominfo Kendari

    Minta KPK Turun Tangan, GMII Soroti dugaan korupsi eks kadis Kominfo Kendari 

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Rahman
    • visibility 897
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com | 18 September 2025 — Dugaan korupsi Kominfo Kendari kembali menarik perhatian publik. Generasi Mahasiswa Intelektual Indonesia (GMII) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Melalui aksi ini, GMII mendesak aparat penegak hukum mengusut dugaan penyimpangan anggaran di lingkungan Pemerintah Kota Kendari. Aksi Mahasiswa […]

  • Harga Emas Antam Hari Ini Turun Tipis Jadi Rp2,916 Juta perGram

    Harga Emas Antam Hari Ini Turun Tipis Jadi Rp2,916 Juta perGram

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 451
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Harga emas Antam hari ini turun tipis pada perdagangan Selasa. Data dari laman resmi Logam Mulia mencatat harga emas batangan sebesar Rp2.916.000 per gram. Sehari sebelumnya, harga emas berada di level Rp2.917.000 per gram. Penurunan harga ini relatif kecil dan belum mengubah arah pergerakan harga emas dalam jangka pendek. Harga Buyback Emas […]

  • mantan kepala BPN Bengkulu tersangka korupsi SHM di kawasan hutan Bukit Rabang

    Mantan Kepala BPN Bengkulu Selatan Jadi Tersangka Kasus Korupsi Sertifikat di Kawasan Hutan

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 428
    • 0Komentar

    Bengkulu Selatan, (Duasatunews.com)  – Kejaksaan Negeri Bengkulu Selatan menetapkan mantan Kepala BPN berinisial SR sebagai tersangka kasus dugaan korupsi. Penyidik menemukan dugaan penyalahgunaan wewenang dalam penerbitan sertifikat hak milik (SHM). Kasus ini terjadi di kawasan hutan produksi terbatas Bukit Rabang, Kecamatan Ulu Manna. Kepala Seksi Pidsus, Haryandana Hidayat, menyebut SR menerbitkan 19 sertifikat di area […]

  • Jampidsus Kejagung Geledah Kantor Kementerian Kehutana

    Jampidsus Kejagung Geledah Kantor Kementerian Kehutana

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 634
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Penyidikan dugaan korupsi izin usaha pertambangan (IUP) nikel di Konawe Utara mulai menyentuh kementerian teknis. Langkah ini menimbulkan kekhawatiran publik atas lemahnya pengawasan negara terhadap pengelolaan kawasan hutan dan tambang. Kasus ini mencuat saat aktivitas pertambangan nikel di Sulawesi Tenggara terus meluas. Konawe Utara menjadi salah satu wilayah dengan tekanan lingkungan tinggi. Di […]

  • Kejagung Tetapkan Petinggi BGN dalam kasus korupsi Program Makan Bergizi Gratis

    Kejagung Tetapkan Petinggi BGN, Brigjen Pol Jadi Tersangka MBG

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – Kejagung Tetapkan Petinggi BGN sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penyidik menetapkan Brigjen Pol Lalu Muhammad Iwan Mahardan (LMI) sebagai tersangka. LMI merupakan polisi aktif yang kini menjabat Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama pada Badan Gizi Nasional (BGN). Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan […]

  • Prabowo Charles III bertemu di London bahas lingkungan

    Prabowo Charles III Bahas Kerja Sama Lingkungan di London

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 569
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bertemu Raja Charles III di Lancaster House, London, Inggris, Rabu pagi. Pertemuan tersebut membahas kerja sama konservasi dan pelestarian lingkungan bersama filantropi Indonesia–Inggris sebagai bagian dari agenda diplomasi lingkungan bilateral. Agenda Diplomasi Lingkungan Presiden Prabowo dan Raja Inggris Pertemuan ini menjadi bagian dari rangkaian lawatan Presiden Prabowo […]

expand_less