Breaking News
light_mode
Beranda » Peristiwa » Wanita di Kendari Minta Dijemput Polisi Usai Mengaku Pakai Sabu, Diduga Alami Depresi Berat

Wanita di Kendari Minta Dijemput Polisi Usai Mengaku Pakai Sabu, Diduga Alami Depresi Berat

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
  • visibility 242
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KENDARI,Duasatunews.com — Kasus wanita Kendari sabu menarik perhatian warga setelah seorang perempuan berinisial M mendatangi kawasan kuliner Jalan Edi Sabara, Kelurahan Lahundape, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin malam, 16 Februari 2026. Dalam kondisi tidak stabil, M meminta seorang pedagang sarimi laut agar segera menghubungi polisi dan menjemputnya.

Di hadapan warga, M mengaku baru saja memakai narkotika jenis sabu. Ia berbicara tidak terarah dan menunjukkan tanda kebingungan. Beberapa pengunjung melihat M mondar-mandir dan sulit fokus. Situasi tersebut membuat warga khawatir akan keselamatan M dan lingkungan sekitar. Warga lalu melapor ke pihak kepolisian.

Polisi Respons Cepat Laporan Masyarakat

Tim Perintis Presisi dari Polda Sulawesi Tenggara langsung merespons laporan warga. Petugas bergerak menuju lokasi tak lama setelah menerima informasi. Polisi juga menjaga area agar aktivitas pengunjung tetap tertib.

Saat tiba di kawasan kuliner, polisi melihat M dalam kondisi linglung. Ia kesulitan menjawab pertanyaan petugas dan tidak mampu menjelaskan identitas maupun alamat tempat tinggalnya.

“Kami mencoba berinteraksi, tetapi ucapannya tidak jelas dan terlihat linglung,” ujar anggota Tim Perintis Presisi Polda Sultra, Rifka Boiy Sagita, Selasa, 17 Februari 2026.

Pendekatan Humanis oleh Polisi Wanita

Petugas menerapkan pendekatan persuasif. Polisi wanita mendampingi M agar suasana tetap tenang dan kondusif. Dalam proses itu, M terus menyampaikan pengakuan bahwa dirinya telah memakai sabu. Polisi menilai pendekatan humanis penting agar M tidak panik dan tidak melukai diri sendiri.

Karena M tidak mampu menunjukkan alamat rumah dan berisiko membahayakan dirinya, polisi membawa M ke Polresta Kendari. Polisi mengambil langkah tersebut untuk menjaga keselamatan M dan memastikan kondisinya secara menyeluruh.

Beberapa saat kemudian, keluarga M menghubungi pihak kepolisian. Keluarga menjelaskan bahwa M tengah mengalami tekanan mental berat akibat masalah pribadi. Informasi tersebut menggeser fokus awal penanganan dari dugaan narkotika semata ke perhatian kesehatan mental.

“Keluarga menyampaikan bahwa yang bersangkutan mengalami depresi berat,” jelas Rifka.

Hingga kini, polisi memproses kasus wanita Kendari sabu tersebut di Polresta Kendari. Penyidik mendalami peristiwa ini untuk memastikan peran penggunaan narkotika dan kondisi kesehatan mental. Polisi juga mengimbau masyarakat agar segera melapor jika menemukan warga yang mengalami gangguan psikologis di ruang publik.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasutri Merokok Bawa Bayi di Palmerah, Polisi Terima Laporan

    Pasutri Merokok Bawa Bayi di Palmerah, Polisi Terima Laporan

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Kasus pasutri bawa bayi di Palmerah menarik perhatian publik setelah sebuah video menyebar luas di media sosial. Video itu menampilkan pasangan suami istri yang merokok sambil mengendarai sepeda motor dan membawa seorang bayi di wilayah Palmerah. Kapolsek Palmerah, Gomos Simamora, membenarkan adanya laporan terkait peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban lebih dulu […]

  • KPK dalami dugaan penukaran valuta asing Ridwan Kamil
    KPK

    Penukaran Valuta Asing: KPK Dalami Dugaan Terkait Ridwan Kamil

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 165
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews..com – Komisi Pemberantasan Korupsi (Komisi Pemberantasan Korupsi) mendalami dugaan penukaran valuta asing bernilai miliaran rupiah yang diduga berkaitan dengan Ridwan Kamil. Pendalaman tersebut menjadi bagian dari pengembangan perkara dugaan korupsi di Bank BJB. Penukaran Valuta Asing Jadi Fokus Pendalaman KPK Sebelumnya, penyidik KPK menelusuri komunikasi Ridwan Kamil saat melakukan perjalanan ke luar negeri […]

  • ayah berjuang menghidupi keluarga di tengah keterbatasan ekonomi

    Perjuangan Seorang Ayah: Bertahan Hidup di Tengah Ketimpangan Sosial-Ekonomi

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 199
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com | Banyak orang menyederhanakan perjuangan seorang ayah dalam menghidupi anak-anaknya dengan keterbatasan ekonomi sebagai kisah ketabahan personal. Masyarakat memotret ayah sebagai figur pekerja keras yang pantang menyerah dan rela mengorbankan tenaga serta waktu demi keluarga. Namun narasi ini, meski terdengar mulia, sering menutup persoalan yang jauh lebih besar: ketimpangan sosial dan ekonomi melanggengkan […]

  • Dugaan harta tidak dilaporkan LHKPN oleh anggota DPRD DKI Jakarta

    DUGAAN TIPIKOR MENYERET NAMA ANGGOTA DPRD PROVINSI DKI JAKARTA INISIAL DP

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Rahman
    • visibility 603
    • 0Komentar

    JAKARTA,Duasatunews.com – Saat ini, publik menaruh perhatian serius pada dugaan harta tidak dilaporkan LHKPN oleh seorang anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta. Sebab, masyarakat menemukan perbedaan data kekayaan antara dokumen hukum dan laporan resmi. Pada dasarnya, pejabat publik memikul tanggung jawab besar dalam melayani masyarakat. Oleh karena itu, anggota legislatif harus menjaga integritas sebagai wakil rakyat. […]

  • Dugaan korupsi pengadaan EDC BRI diperiksa KPK di Gedung Merah Putih

    korupsi pengadaan EDC BRI: KPK Periksa GM Telkomsel

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 122
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) — Komisi Pemberantasan Korupsi melanjutkan penyidikan kasus korupsi pengadaan EDC BRI. Kali ini, penyidik memeriksa General Manager PT Telkomsel berinisial NA sebagai saksi. Pemeriksaan berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat. Menurut Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, pemeriksaan tersebut penting untuk melengkapi alat bukti. Selain itu, penyidik ingin menggali keterangan soal dukungan […]

  • Utang Whoosh dibayar APBN terlihat pada operasional Kereta Cepat Jakarta Bandung Whoosh di jalur layang

    Pemerintah Gunakan APBN untuk Bayar Utang Whoosh

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 281
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Utang Whoosh dibayar APBN menjadi keputusan resmi pemerintah untuk menangani kewajiban proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB). Melalui kebijakan ini, pemerintah mengambil peran langsung dalam menyelesaikan struktur pembiayaan proyek strategis tersebut. Presiden Prabowo Subianto menyatakan komitmen pembayaran sebesar Rp1,2 triliun per tahun. Karena itu, pemerintah menyiapkan mekanisme teknis agar pembayaran berjalan terukur dan […]

expand_less