Niat Mediasi Indonesia Disambut Iran, Namun Belum Ada Langkah Nyata
- account_circle Rahman
- calendar_month Senin, 2 Mar 2026
- visibility 179
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan keterangan pers di kediamannya di Jakarta, Senin (2/3/2026), terkait wafatnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta eskalasi serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (Duasatunews.com) – Mediasi Indonesia Iran menjadi sorotan di tengah meningkatnya ketegangan Timur Tengah. Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengapresiasi niat Pemerintah Indonesia untuk memfasilitasi dialog, meski hingga kini belum ada langkah konkret.
Boroujerdi menyampaikan pernyataan tersebut saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Senin. Ia merespons pertanyaan wartawan terkait peluang Indonesia memediasi Iran dan Amerika Serikat.
Dubes Iran Apresiasi Niat Indonesia
Boroujerdi mengatakan hingga saat ini belum ada pihak yang menghubungi Kedutaan Besar Iran secara resmi terkait rencana mediasi Indonesia Iran. Ia menilai inisiatif tersebut sebagai langkah positif, namun masih perlu kejelasan lebih lanjut.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya belum dapat menilai dampak dari niat mediasi tersebut. Menurutnya, setiap proses diplomasi membutuhkan komunikasi yang jelas dan kesepakatan semua pihak.
Meski belum ada tindak lanjut, Boroujerdi menegaskan Iran tetap membuka ruang komunikasi dengan Indonesia. Ia menyebut kedua negara dapat terus bertukar informasi terkait situasi dan perkembangan terbaru di kawasan.
Boroujerdi menambahkan bahwa pemerintah Iran selalu menghargai pendekatan dialog. Namun, ia enggan berspekulasi mengenai hasil mediasi sebelum ada langkah resmi yang jelas.
Indonesia Siap Fasilitasi Dialog
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan kesiapan Indonesia untuk memfasilitasi dialog antara pihak-pihak yang bertikai. Pemerintah menilai jalur diplomasi tetap menjadi cara utama untuk meredakan konflik.
Kemlu RI juga menyebut Presiden Indonesia siap berkunjung ke Teheran apabila kedua belah pihak menyetujui proses mediasi Indonesia Iran. Pemerintah berharap langkah tersebut dapat membuka ruang dialog dan menurunkan ketegangan regional.
Ketegangan kawasan meningkat setelah Israel melancarkan serangan ke Iran pada akhir Februari. Serangan tersebut menjadi lanjutan dari aksi militer sebelumnya dan melibatkan dukungan Amerika Serikat.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan operasi militer itu bertujuan melindungi kepentingan negaranya. Ia menuding adanya ancaman dari program nuklir Iran, tuduhan yang terus dibantah Teheran.
Seruan Internasional untuk Menahan Diri
Bulan Sabit Merah Iran melaporkan ratusan korban jiwa akibat serangan udara sejak 28 Februari. Serangan tersebut juga menyasar kawasan permukiman di sejumlah wilayah Iran.
Di tengah situasi tersebut, komunitas internasional menyerukan semua pihak untuk menahan diri. Indonesia menegaskan komitmennya untuk berperan aktif dalam menjaga stabilitas global melalui diplomasi damai.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: DUASATUNEWS.COM

Saat ini belum ada komentar