DPR Dorong Kemenperin Perkuat Industri Nasional untuk Menjaga Stabilitas Rupiah
- account_circle Reski
- calendar_month Senin, 8 Jun 2026
- visibility 18
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto:Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengikuti rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, guna membahas strategi penguatan industri nasional dan stabilitas ekonomi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta,(duasatunews.com)— Komisi VII DPR RI mendorong Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melahirkan berbagai inovasi guna memperkuat sektor industri nasional. Langkah itu dinilai penting untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan ekonomi global.
Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menyampaikan hal tersebut saat rapat kerja bersama Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.
Antisipasi Dampak Ketidakpastian Global
Saleh menilai kondisi ekonomi global dapat memengaruhi keputusan para pelaku usaha. Mereka bisa saja mengalihkan aset ke dolar Amerika Serikat (AS) ketika ketidakpastian meningkat.
Menurutnya, perpindahan dana dalam jumlah besar berpotensi meningkatkan permintaan dolar AS. Kondisi itu dapat memberi tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
“Jangan sampai situasi global membuat pemilik modal lebih memilih mengalihkan dananya ke dolar AS. Jika itu terjadi secara masif, tentu dapat berdampak pada pergerakan nilai tukar rupiah,” ujarnya.
Karena itu, Saleh meminta Kemenperin menyusun peta jalan yang jelas untuk pengembangan industri nasional. Ia berharap kementerian menghadirkan terobosan yang mampu meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia.
Industri Jadi Fondasi Ekonomi
Saleh menegaskan bahwa negara maju umumnya memiliki sektor industri yang kuat. Oleh sebab itu, Indonesia perlu mempercepat transformasi industri agar mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi.
Ia juga meminta Kemenperin menjelaskan strategi pengembangan industri yang akan dijalankan dalam beberapa tahun ke depan. Strategi tersebut diharapkan dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.
“Indonesia harus mengarah pada kemajuan industri. Dengan begitu, basis ekonomi nasional akan semakin kuat,” katanya.
Optimalisasi Anggaran Kementerian
Selain membahas strategi industri, Komisi VII DPR turut menyoroti penggunaan anggaran Kemenperin. Saleh menilai sebagian besar anggaran saat ini masih berfokus pada Politeknik Perindustrian.
Menurutnya, investasi pada pendidikan vokasi memang sangat penting. Program tersebut membantu menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten untuk kebutuhan industri.
Namun, ia mendorong Kemenperin memperbesar dukungan anggaran bagi program yang dapat melahirkan industri baru. Langkah itu juga dapat mempercepat inovasi di sektor manufaktur.
“Pengembangan SDM sangat penting. Namun, program itu harus berjalan seiring dengan upaya menciptakan industri baru dan mendorong inovasi,” ujar Saleh.
Komisi VII DPR berharap sinergi antara pemerintah dan pelaku industri dapat memperkuat daya saing nasional. Sinergi tersebut juga diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah tantangan global.
- Penulis: Reski
- Editor: Nur Wayda

Saat ini belum ada komentar