Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Salah Sebut Institusi, Pandji Pragiwaksono Minta Maaf soal Kasus Uang Rp 1 Triliun

Salah Sebut Institusi, Pandji Pragiwaksono Minta Maaf soal Kasus Uang Rp 1 Triliun

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
  • visibility 453
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, duasatunews.com — Kesalahan penyebutan institusi penegak hukum oleh figur publik kembali memicu perhatian publik. Di tengah sorotan terhadap kasus korupsi besar, kekeliruan informasi dinilai berisiko menyesatkan persepsi masyarakat dan mengaburkan peran lembaga negara.

Isu ini muncul setelah potongan video komika Pandji Pragiwaksono beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, Pandji menyebut adanya pejabat Kejaksaan Agung yang menyimpan uang hampir Rp1 triliun di rumah. Pernyataan itu cepat menyebar dan menuai respons publik karena menyangkut lembaga penegak hukum.

Akun edukasi hukum Jaksapedia kemudian meluruskan informasi tersebut. Jaksapedia menegaskan bahwa kasus temuan uang hampir Rp1 triliun tidak melibatkan pejabat Kejaksaan Agung. Kasus itu justru menjerat Zarof Ricar, mantan pejabat Mahkamah Agung. Kejaksaan Agung berperan sebagai pihak yang membongkar perkara melalui tim Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, yang menyita uang tunai dan emas dari kediaman Zarof.

Menanggapi klarifikasi itu, Pandji segera mengakui kekeliruannya. Ia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui kolom komentar unggahan Jaksapedia. Pandji menegaskan bahwa yang ia maksud adalah Mahkamah Agung, bukan Kejaksaan Agung. Jaksapedia kemudian menyematkan komentar tersebut untuk mencegah kesalahpahaman lanjutan.

Respons warganet beragam. Sebagian pengguna media sosial mengapresiasi langkah cepat Jaksapedia dalam melakukan cek fakta. Banyak pula yang menilai sikap Pandji bertanggung jawab karena langsung meralat pernyataannya. Namun, tidak sedikit yang mengingatkan figur publik agar lebih cermat saat menyampaikan informasi sensitif.

Bagi masyarakat, klarifikasi ini memiliki arti penting. Kesalahan penyebutan institusi dapat mencoreng kredibilitas lembaga yang justru bekerja mengungkap kejahatan. Di sisi lain, informasi keliru berpotensi memperkeruh diskusi publik tentang penegakan hukum.

Kasus ini kembali menegaskan pentingnya ketelitian dalam komunikasi publik. Verifikasi sebelum berbicara dan koreksi terbuka saat terjadi kesalahan menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.

Rekomendasi Untuk Anda

  • bibir kering saat puasa akibat dehidrasi

    Bibir Kering Saat Puasa: Penyebab dan Cara Mengatasinya

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — Banyak orang mengalami bibir kering saat puasa. Bibir biasanya terasa kasar, pecah-pecah, perih, bahkan bisa berdarah. Meski terlihat ringan, kondisi ini sering mengganggu kenyamanan, terutama ketika sahur dan berbuka. Selama puasa, tubuh tidak menerima asupan cairan dan makanan selama lebih dari 12 jam. Akibatnya, tubuh kehilangan cairan dan memicu dehidrasi ringan. Kondisi ini […]

  • harga emas Antam hari ini dalam bentuk emas batangan

    Harga Emas Batangan Antam Naik ke Rp3,135 Juta per Gram

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 258
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Harga emas batangan Antam kembali menjadi sorotan pada awal pekan ini. Pada Senin pagi, pasar mencatat kenaikan harga logam mulia yang cukup tajam. Pada saat yang sama, kenaikan ini menunjukkan meningkatnya minat investor terhadap emas sebagai aset lindung nilai. Di sisi lain, ketidakpastian ekonomi global masih memengaruhi pergerakan pasar keuangan. Harga emas […]

  • Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan sikap tolak utang IMF dalam rapat resmi terkait kondisi APBN Indonesia

    “Purbaya Tolak Tawaran Utang IMF, Tegaskan APBN RI Tetap Kuat”

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 129
    • 2Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)//Purbaya tolak utang IMF saat menghadiri forum internasional di Washington DC. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan sikap tersebut dalam pertemuan dengan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank. Ia menegaskan bahwa kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih terjaga. Pemerintah tetap mempertahankan batas defisit di level 3 persen meski harga minyak mengalami kenaikan. […]

  • Pos Bantuan Hukum Sultra Hadir di Seluruh Desa dan Kelurahan

    Pos Bantuan Hukum Sultra Hadir di Seluruh Desa dan Kelurahan

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Pos Bantuan Hukum Sultra resmi hadir di seluruh desa dan kelurahan setelah Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tenggara meraih penghargaan atas komitmennya memperluas akses keadilan bagi masyarakat. Dengan demikian, pemerintah daerah kini memiliki instrumen hukum yang lebih dekat dengan warga. Selanjutnya, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tenggara membentuk 2.285 Pos Bantuan Hukum […]

  • Prabowo GE alat medis saat Business Summit di Washington DC

    Prabowo GE Alat Medis Dorong Investasi di Indonesia

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 298
    • 0Komentar

    WASHINGTON DC, (duasatunews.com) — Prabowo GE alat medis mengemuka ketika Presiden Prabowo Subianto mengajak General Electric meningkatkan investasi dan produksi peralatan medis di Indonesia. Selain itu, Presiden menilai sektor kesehatan nasional membutuhkan dukungan industri berteknologi tinggi agar layanan terus meningkat. Selanjutnya, Prabowo menyampaikan ajakan tersebut saat menghadiri Gala Iftar Dinner Business Summit di Washington DC, Amerika […]

  • pejabat nyaris telanjang China di tengah pengawasan antikorupsi pemerintah Beijing

    China Kunci Karier Pejabat Berkoneksi Luar Negeri, Kategori “Nyaris Telanjang” Jadi Target Baru

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 172
    • 0Komentar

    BEIJING,Duasatunews.com — Pemerintah China memperketat pengawasan terhadap pejabat negara yang memiliki anggota keluarga di luar negeri. Kebijakan ini tidak lagi hanya menyasar “pejabat telanjang”, tetapi juga menargetkan kategori baru yang disebut “quasi-naked officials” atau pejabat nyaris telanjang. Langkah ini menutup peluang promosi dan memicu pencopotan jabatan. Otoritas China dalam setahun terakhir melakukan inspeksi langsung ke lembaga […]

expand_less