BRI dan Kemenpora Gelar Literasi Keuangan, Dukung Stabilitas Finansial Jangka Panjang Atlet Berprestasi SEA Games 2025
- account_circle Darman
- calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
- visibility 220
- comment 0 komentar
- print Cetak

ketgam : BRI dan Kemenpora Gelar Literasi Keuangan, Dukung Stabilitas Finansial Jangka Panjang Atlet Berprestasi SEA Games 2025
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, Duasatunews.com – Prestasi atlet sering berakhir tanpa perlindungan finansial jangka panjang. Karena itu, bonus besar pasca-kejuaraan kerap memicu risiko baru. Terutama, risiko muncul ketika atlet tidak memiliki pemahaman pengelolaan keuangan.
Isu ini penting seiring capaian Indonesia di SEA Games 2025 Thailand. Selain membawa kebanggaan, prestasi tersebut juga menghadirkan apresiasi finansial signifikan. Namun, banyak atlet belum memiliki bekal perencanaan ekonomi. Akibatnya, kerentanan finansial bisa muncul setelah masa kompetisi berakhir.
Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia Hery Gunardi menegaskan pentingnya literasi keuangan bagi atlet. Menurut dia, pemahaman keuangan membantu atlet menjaga stabilitas ekonomi. Dengan begitu, atlet dapat mengambil keputusan finansial secara lebih rasional.
Sejalan dengan itu, BRI bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga dalam program literasi keuangan. Melalui kerja sama ini, kedua lembaga mengaitkan edukasi dengan penyaluran bonus. Tujuannya, dukungan tidak berhenti pada penghargaan sesaat.
Di sisi lain, sejumlah pengamat menilai program tersebut harus berjalan konsisten. Selain berkelanjutan, materi perlu bersifat praktis. Misalnya, perencanaan keuangan, mitigasi risiko, dan perlindungan dari penipuan. Tanpa pendekatan itu, atlet tetap rentan meski berprestasi.
Sementara itu, Indonesia mencatat 91 emas, 111 perak, dan 131 perunggu di SEA Games 2025. Dengan total 333 medali, Indonesia menempati posisi runner-up. Capaian ini menyamai prestasi SEA Games 1995 saat Indonesia tidak menjadi tuan rumah.
Ke depan, pembinaan atlet perlu memasukkan literasi keuangan secara sistematis. Oleh sebab itu, prestasi olahraga tidak hanya berhenti di podium. Pada akhirnya, ketahanan ekonomi atlet juga dapat terjaga setelah karier berakhir.
- Penulis: Darman
- Editor: Nur Endana
- Sumber: https://www.duasatunews.com/

Saat ini belum ada komentar