Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum » Aksi Mahasiswa di KPK, Soroti Dugaan Tambang Nikel Sultra

Aksi Mahasiswa di KPK, Soroti Dugaan Tambang Nikel Sultra

  • account_circle Darman
  • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
  • visibility 409
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, duasatunews.com — Koalisi Mahasiswa Sulawesi Tenggara Bersatu menggelar aksi mahasiswa KPK dugaan tambang nikel Sultra di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (26/1/2026). Melalui aksi tersebut, mahasiswa mendesak penegak hukum mengusut dugaan konflik kepentingan serta persoalan lingkungan dalam aktivitas pertambangan nikel di Sulawesi Tenggara.

Sejak awal aksi, mahasiswa menegaskan bahwa sektor pertambangan nikel di Sultra membutuhkan pengawasan ketat. Oleh karena itu, mereka meminta negara hadir secara aktif untuk mencegah kerusakan lingkungan dan penyalahgunaan kewenangan.

Aksi Mahasiswa KPK Desak Audit Izin Tambang Nikel Sultra

Dalam orasinya, mahasiswa secara tegas meminta KPK melakukan audit menyeluruh terhadap proses penerbitan dan pengawasan izin usaha pertambangan nikel. Khususnya, mereka menyoroti aktivitas tambang di wilayah pulau kecil seperti Pulau Kabaena.

Menurut mahasiswa, pulau kecil memiliki daya dukung lingkungan yang terbatas. Dengan demikian, setiap aktivitas pertambangan harus mematuhi prinsip kehati-hatian dan keberlanjutan.

Dugaan Konflik Kepentingan Tambang Nikel Sulawesi Tenggara

Koordinator aksi, Sayidul, menyampaikan bahwa aksi ini muncul dari kegelisahan mahasiswa terhadap kondisi lingkungan Sulawesi Tenggara. Selain itu, ia menilai tekanan ekologis terus meningkat seiring meluasnya aktivitas pertambangan nikel.

Lebih lanjut, Sayidul menyinggung adanya dugaan konflik kepentingan yang melibatkan relasi kekuasaan daerah dengan perusahaan tambang. Karena itu, mahasiswa meminta KPK mengusut dugaan tersebut secara transparan dan profesional.

“Kami meminta KPK bertindak objektif dan terbuka dalam mengusut dugaan konflik kepentingan serta pelanggaran lingkungan,” ujar Sayidul.

Aksi Mahasiswa di KPK Rujuk Temuan Dugaan Tambang Nikel

Selanjutnya, mahasiswa merujuk laporan resmi Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia     (BPK RI). Laporan tersebut memuat temuan terkait tata kelola dan pengawasan sektor pertambangan di daerah.

Mahasiswa menilai aparat penegak hukum harus menindaklanjuti temuan tersebut secara serius. Jika tidak, pembiaran berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum.

Tambang Nikel di Pulau Kecil Sultra Disorot Aksi Mahasiswa

Di sisi lain, mahasiswa juga menyoroti aktivitas pertambangan nikel di pulau-pulau kecil Sulawesi Tenggara. Mereka menilai praktik tersebut berisiko tinggi terhadap ekosistem dan kehidupan masyarakat setempat.

Dalam konteks ini, mahasiswa mengacu pada Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Aturan tersebut secara jelas membatasi aktivitas pertambangan di wilayah pulau kecil.

Selain itu, mahasiswa juga mengingatkan kewajiban perusahaan tambang sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Belum Ada Pernyataan Resmi

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan mahasiswa. Sementara itu, pihak perusahaan yang disebut dalam aksi juga belum menyampaikan tanggapan.

Pada saat yang sama, KPK belum mengumumkan langkah lanjutan atas tuntutan tersebut.

Mahasiswa Tegaskan Komitmen Pengawalan

Sebagai penutup, Koalisi Mahasiswa Sulawesi Tenggara Bersatu menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu ini. Ke depan, mereka berjanji mendorong penegakan hukum yang adil, transparan, serta berpihak pada perlindungan lingkungan dan kepentingan masyarakat.

Darman

Penulis

Cepat, Akurat & Terpercaya

Rekomendasi Untuk Anda

  • El Mencho tewas dalam operasi militer di Jalisco

    El Mencho tewas dalam Operasi Militer Meksiko di Jalisco

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 461
    • 0Komentar

    Kota Meksiko, (duasatunews.com) – El Mencho tewas dalam operasi militer yang digelar Pasukan Khusus Angkatan Darat Meksiko di negara bagian Jalisco pada Minggu (22/2). Dalam operasi tersebut, aparat menewaskan tujuh anggota Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), termasuk pemimpinnya Nemesio Oseguera Cervantes, yang selama ini dikenal sebagai salah satu gembong narkoba paling berpengaruh di Meksiko. El […]

  • seminar nasional hilirisasi sultra lp2d di kendari

    Eni Samayati : Hilirisasi Pertambangan Menjadi Motor Penggerak Kesejahteraan Rakyat

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 2.586
    • 1Komentar

    Seminar Nasional Hilirisasi Sultra Dorong Keadilan Energi Jakarta, duasatunews.com |Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Daerah (LP2D) menggelar seminar nasional bertema hilirisasi dan energi baru terbarukan (EBT) di Kota Kendari, Selasa (20/5/2025). LP2D bekerja sama dengan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan PUSPIN-EBT dalam kegiatan ini. Seminar tersebut mendapat dukungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), […]

  • Itjen: Kepatuhan LHKPN Pejabat Kemenag Capai 100 Persen

    Itjen: Kepatuhan LHKPN Pejabat Kemenag Capai 100 Persen

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 500
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Inspektorat Jenderal Kementerian Agama mencatat kepatuhan pejabat dalam menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) telah mencapai 100 persen. Capaian tersebut menunjukkan komitmen Kemenag dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Inspektur Jenderal Kemenag, Khairunas, menegaskan bahwa kepatuhan LHKPN bukan titik akhir. Ia menyebut pelaporan harta sebagai tanggung jawab […]

  • Praperadilan Roy Suryo dikabulkan sebagian oleh PN Jakarta Selatan

    Praperadilan Roy Suryo Dikabulkan, Penahanan Tidak Sah

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 235
    • 0Komentar

    JAKARTA (duasatunews.com) – Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan sebagian permohonan praperadilan yang diajukan Roy Suryo dalam perkara dugaan fitnah terkait ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Sidang berlangsung pada Selasa (7/7/2026). Hakim tunggal I Ketut Darpawan membacakan amar putusan di ruang sidang. Dalam putusannya, hakim mengatakan, “Mengadili, mengabulkan praperadilan pemohon untuk sebagian.” Hakim juga menyatakan […]

  • deforestasi Konawe Selatan akibat aktivitas pertambangan

    Deforestasi Konawe Selatan dan Krisis Ekologi

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle Arin 2024
    • visibility 857
    • 0Komentar

    Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, (duasatunews.com) — Deforestasi Konawe Selatan kembali memicu perhatian publik. Seiring dengan itu, Jaringan Nasional Mahasiswa Merdeka (JNMM) menyatakan kerusakan hutan dan pesisir di wilayah tersebut terus meluas akibat aktivitas industri ekstraktif. Pada saat yang sama, Direktur Eksekutif Jaringan Nasional Mahasiswa Merdeka (JNMM), Arin Fahrul Sanjaya, menegaskan bahwa kerusakan lingkungan berlangsung bersamaan […]

  • Gubernur Sultra Andi Sumangerukka Dinobatkan sebagai “Musuh Pendidikan”

    Gubernur Sultra Andi Sumangerukka Dinobatkan sebagai “Musuh Pendidikan”

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — Komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) terhadap dunia pendidikan kembali mendapat sorotan. Sejumlah mahasiswa asal Sulawesi Tenggara yang sedang menempuh pendidikan di Sampoerna University Jakarta, hingga kini masih menanti kepastian terkait keberlanjutan pembiayaan beasiswa yang menjadi tanggungan Pemprov Sultra. Dari total 13 mahasiswa penerima beasiswa, enam mahasiswa di antaranya masih menghadapi […]

expand_less