Makan Bergizi Gratis Disorot, Prabowo Tegaskan Tetap Jalan
- account_circle adrian moita
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 32
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi anak-anak sekolah menikmati makanan sehat sebagai gambaran pelaksanaan makan bergizi gratis untuk mendukung tumbuh kembang anak.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (duasatunews.com) – Makan bergizi gratis kembali menarik perhatian publik setelah Presiden Prabowo Subianto menanggapi kritik dari kalangan terdidik. Prabowo menilai sebagian kritik tidak lagi bersifat objektif dan justru meremehkan kebijakan pemerintah yang menyasar kelompok rentan.
Prabowo menyampaikan pernyataan tersebut saat meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat, 13 Februari 2026. Dalam kesempatan itu, ia mengatakan sejumlah pihak sejak awal memprediksi program pemerintah akan gagal dan hanya membebani anggaran negara.
Presiden Soroti Pola Kritik yang Muncul
Prabowo menilai kritik yang berkembang tidak muncul secara kebetulan. Ia melihat adanya pola berulang dalam upaya membangun opini negatif terhadap kebijakan prioritas pemerintah. Meski begitu, Prabowo memilih tidak menyebutkan pihak tertentu yang ia maksud.
Ia menegaskan tetap menghormati perbedaan pandangan. Namun, ia meminta para pengkritik menyampaikan masukan secara konstruktif dan berbasis data. Menurut Prabowo, kritik yang baik seharusnya membantu perbaikan kebijakan, bukan sekadar menolak tanpa solusi.
Pemerintah Fokus Perbaiki Gizi Anak
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan program makan bergizi gratis telah berjalan lebih dari satu tahun dan menunjukkan arah yang sesuai dengan tujuan awal. Pemerintah menjalankan program ini untuk menekan angka stunting yang masih menjadi tantangan nasional.
Prabowo menjelaskan bahwa kekurangan gizi menghambat pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat menurunkan kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang. Karena itu, negara perlu hadir melalui kebijakan pemenuhan gizi yang terukur.
Pengalaman Global Jadi Pertimbangan
Selain mengandalkan evaluasi internal, Prabowo juga mempelajari kebijakan serupa di berbagai negara. Saat ini, lebih dari 75 negara menjalankan program pemberian makanan gratis sebagai bagian dari kebijakan nasional.
Ia mencontohkan India yang mampu menyediakan makanan gratis bagi ratusan juta penduduknya meski tingkat pendapatan per kapita negara tersebut lebih rendah dibanding Indonesia. Berdasarkan pengalaman global tersebut, Prabowo menilai kebijakan makan bergizi gratis tetap relevan dan layak dilanjutkan.
Pemerintah, kata Prabowo, akan terus menjalankan program tersebut sambil melakukan evaluasi agar pelaksanaannya semakin efektif dan tepat sasaran.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: duasatunews.com
